Visi dan Misi
Membentuk Generasi yang Berkarakter Kuat, Berpikir Kritis, Berbudaya Lingkungan, dan Mampu Berkolaborasi untuk Mewujudkan Masa Depan yang Berkelanjutan
Misi
Mengintegrasikan
pembelajaran mendalam ke dalam setiap mata pelajaran untuk menumbuhkan
kemampuan berpikir kritis dan kreatif pada peserta didik.
Menerapkan
pendekatan berbasis proyek yang relevan dengan isu-isu lingkungan, mendorong
peserta didik untuk menemukan solusi nyata bagi keberlanjutan.
Membangun
budaya kolaborasi yang kuat melalui kegiatan kelompok dan proyek lintas mata
pelajaran, melatih kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi secara efektif.
Menyelenggarakan
program penguatan karakter yang berkelanjutan, fokus pada nilai-nilai
Pancasila, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan toleransi.
Mendorong
kemandirian belajar peserta didik dengan membiasakan mereka merefleksikan
proses dan hasil belajar mereka secara teratur.
Memfasilitasi
pengembangan minat dan bakat peserta didik melalui program ekstrakurikuler yang
beragam dan relevan dengan tantangan masa depan.
Pada
akhir tahun ajaran 2025/2026, 90% peserta didik mampu menyusun dan
mempresentasikan proyek pemecahan masalah yang relevan dengan isu lingkungan,
menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang terukur
melalui rubrik penilaian.
Pada
akhir tahun ajaran 2025/2026, seluruh pendidik mengintegrasikan materi proyek
lingkungan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan minimal satu
proyek per semester yang diterapkan dan dievaluasi.
Pada
akhir tahun ajaran 2025/2026, tingkat partisipasi peserta didik dalam kegiatan
kolaboratif lintas mata pelajaran (seperti debat, proyek kelompok, atau
kegiatan lingkungan) meningkat sebesar 30% dibandingkan tahun ajaran
sebelumnya.
Pada
akhir tahun ajaran 2025/2026, kasus pelanggaran tata tertib yang berkaitan
dengan karakter (kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin) menurun sebesar 20%
dibandingkan tahun ajaran sebelumnya, sebagaimana tercatat dalam data bimbingan
konseling.
Pada
akhir tahun ajaran 2025/2026, 85% peserta didik menunjukkan peningkatan
kemandirian belajar melalui portofolio pribadi yang terdokumentasi, yang berisi
refleksi diri, rencana pengembangan, serta bukti partisipasi dalam kegiatan
belajar yang mandiri.
Pada
akhir tahun ajaran 2025/2026, tingkat keterlibatan peserta didik dalam program
ekstrakurikuler meningkat sebesar 25%, dengan fokus pada program yang relevan
dengan pengembangan kompetensi abad ke-21.






